Evaluasi Kebijakan Program Keluarga Harapan di Kota Dumai: Pengembangan Model CIPP-Lokal Adaptif untuk Pengentasan Kemiskinan
Kata Kunci:
Evaluasi Kebijakan, Program Keluarga Harapan, Model CIPP, KemiskinanAbstrak
Kemiskinan di Indonesia merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya terkait keterbatasan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bentuk conditional cash transfer dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi PKH di Kota Dumai serta merumuskan model evaluasi kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH relevan dalam meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan bagi keluarga miskin, sebagaimana terlihat dari meningkatnya kepatuhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap kewajiban program. Namun, dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan masih terbatas, terlihat dari fluktuasi jumlah penduduk miskin Kota Dumai periode 2017–2023. Hambatan utama implementasi meliputi ketidakakuratan data penerima manfaat, keterbatasan sumber daya pendamping sosial, lemahnya koordinasi antar-stakeholder, rendahnya partisipasi KPM, serta pengaruh politik lokal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menawarkan pengembangan model evaluasi CIPP-Lokal Adaptif dengan menambahkan dimensi partisipasi masyarakat, ketahanan keluarga, dan keberlanjutan ekonomi. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur evaluasi kebijakan sosial, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan PKH di tingkat lokal.