Integrasi OEE dan Aspek Keberlanjutan pada Mesin Press Inti Kelapa Sawit di PT XYZ
Kata Kunci:
Overall Equipment Effectiveness (OEE), Mesin Press Kelapa Sawit, Total productive Maintenance (TPM), KeberlanjutanAbstrak
Pada kegiatan produksi CPKO di PT XYZ, mesin press inti kelapa sawit merupakan peralatan vital yang digunakan secara terus-menerus. Mesin ini sering mengalami breakdown pada komponen seperti bearing, mainshaft, collar, dan worm sehingga menghambat kelancaran produksi dan menurunkan output perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta analisis sebab-akibat (fishbone) dan diagram pareto untuk memberikan usulan perbaikan. Hasil analisis OEE menunjukkan nilai Availability 96,68%, Performance 81,13%, dan Quality 99,76%. Nilai OEE sebesar 78,27% masih di bawah standar ideal >84%, dengan faktor losses terbesar adalah Reduced Speed Losses (78,46%) dan Idle and Minor Stoppage Losses (18,23%). Dari perspektif keberlanjutan, kondisi ini tidak hanya mengurangi produktivitas tetapi juga berdampak pada konsumsi energi, peningkatan emisi karbon, serta pemborosan material. Oleh karena itu, peningkatan nilai OEE akan berkontribusi terhadap efisiensi energi, pengurangan emisi, dan minimisasi limbah produksi. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan TPM dan pengembangan konsep Green OEE dapat mendukung produksi yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan di industri pengolahan kelapa sawit.